BPBD Tulungagung Salurkan Bantuan Darurat bagi Korban Angin Kencang di Desa Ketanon
Tulungagung, Mataraman.net – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak bencana angin kencang di Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru.
Bencana yang terjadi pada Rabu (18/02/2026) sore tersebut mengakibatkan belasan rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tulungagung, Sudarmaji menjelaskan, pihaknya telah menyerahkan bantuan sementara sebagai langkah penanganan awal.
Bantuan tersebut menyasar 16 kepala keluarga (KK) yang terdampak langsung oleh cuaca ekstrem tersebut. Belasan KK ini mendapatkan bantuan
“Sebagai langkah awal, telah dilakukan pengiriman kebutuhan dasar untuk 16 kepala keluarga berupa 16 lembar terpal dan 96 kaleng hidangan siap saji,” jelas Sudarmaji saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (19/2/2026).
Sudarmaji menambahkan terdapat satu warga yang mendapatkan perhatian khusus karena kerusakan rumah yang cukup parah. Mengingat kerusakan yang cukup banyak membuat Pemkab Tulungagung memberikan bantuan lebih banyak.
“Bantuan khusus diberikan kepada Ibu Alfiah yang rumahnya tertimpa pohon, berupa terpal, paket sandang, paket kebersihan, paket kesehatan, serta paket perempuan,” ujarnya.
Ia menegaskan bantuan yang disalurkan saat ini bersifat darurat. Pihak BPBD masih terus melakukan pendataan akurat di lapangan untuk menentukan kebutuhan material bangunan yang akan diberikan selanjutnya.
“Bantuan lanjutan biasanya akan berupa asbes dan genting, dengan harapan warga juga memiliki kemampuan untuk melakukan perbaikan secara mandiri,” akuinya.
Berdasarkan laporan kronologi dari Pusdalops BPBD Tulungagung, angin kencang melanda Desa Ketanon sekitar pukul 15.30 WIB. Meskipun mengakibatkan kerusakan material di Dusun Kedungsingkal dan Dusun Ketanon, petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Hingga Rabu malam pukul 18.24 WIB, kondisi cuaca secara visual di lokasi kejadian terpantau berawan. Hingga saat ini, petugas BPBD yang dipimpin oleh operator Pusdalops Arif Indra Stiawan, Andi Dwi L., dan Ardian Yuswantoro masih terus bersiaga.
” Mereka melaksanakan monitoring di wilayah-wilayah rawan bencana melalui WhatsApp, media sosial, serta radio komunikasi VHF, guna melakukan asesmen dampak kerusakan secara menyeluruh,” tandasnya. (bahr/red)



