Bakal Spektakuler, Dhoho Night Carnival Kota Kediri Mengusung Tema Glow Green

Kediri, Mataraman.net –  Event yang ditunggu-tunggu masyarakat Kota Kediri akhirnya akan dihelat. Tahun ini dengan nama Dhoho Night Carnival (DNC) mengangkat tema ‘Glow Green 2025’. Pemerintah Kota Kediri ingin membranding Jalan Dhoho menjadi sebuah ikon Malioboronya Kota Kediri.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengungkapkan DNC ini adalah upaya memperkenalkan atau membranding Jalan Dhoho. Tema yang diangkat juga sejalan dengan isu lingkungan yang harus dikampanyekan kepada masyarakat.

“Glow Green menunjukkan glow ini menunjukkan kreatifivtas dan semangat warga Kota Kediri. Sedangkan green menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan,” papar Vinanda Prameswati di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Selasa (11/11/2025).

Vinanda menerangkan dengan tema ini nantinya kostum yang digunakan oleh para peserta berasal dari bahan daur ulang. Baik plastik, baik dari kertas kayu kaca kain bekas dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Semrawut! Pedagang CFD Bakal Direlokasi Barat Alun-alun Tulungagung

“Ini tujuannya mengedukasi cara pengelolaan sampah untuk masyarakat yang baik,” jelasnya.

Alumnus Universitas Brawijaya (UB) Malang ini menambahkan, bahan yang dibuat bisa juga dengan daun kering. Bisa menyesuaikan kreatifitas dari masyarakat yang akab ikut menggunakan bahan daur ulang.

“Sehingga ini salah satu upaya Pemkot Kediri untuk mengurangi tumpukan sampah. Kami sampaikan tolong koordinasi dengan kader dan komunitas lingkungan. Juga salah satu upaya mengurangi sampah terakhir,” ulasnya.

Perempuan kelahiran 1998 ini memberikan arahan, para peserta yang berasal dari Kota Kediri bisa berkomunikasi dengan kader-kader lingkungan. Sebab ketika mengambil bahan di Bank Sampah, sudah ada pemilahan.

“Sehingga bisa dibeli ke sana, juga salah satu upaya kami mengurangi sampah yang berada di TPA,” ujarnya.

Baca Juga :  'Mobil Senyum' Polres Tulungagung-HIPMI Bagikan 150 Nasi Kotak di Masjid Bandung

Vinanda menaruh harapan, kedepan bagi peserta bahan yang digunakan untuk karnaval karnaval harus dari bahan daur ulang. Sehingga setiap tahun sama, hanya saja hang membedakan terletak pada tema.

“Kita mulai tahun ini. Tahun depan saya harapkan bahan-bahan atau kostum hingga kendaraan itu bisa 100 persen bahan daur ulang,” harapnya.

Politikus Partai Golkar ini mengatakan masih memaklumi untuk tahun 2025 ini belum begitu penuh penggunaan bahan daur ulang. Sebab ada tantangan untuk membuat baju atau kostum lebih lama.

“Bisa sebulan dua bulan membuat kostum atau mobil hias. Dimungkinkan setiap tahun juga berbeda, kemarin diskusi setiap tahun harus ada kreativitas. Bahannya harus dari daur ulang,” pungkasnya. (bahr/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button