PeristiwaTrenggalek

100 Bibit Mangrove Baru Tertanam di Kawasan Cengkrong Trenggalek Dukung NZE

×

100 Bibit Mangrove Baru Tertanam di Kawasan Cengkrong Trenggalek Dukung NZE

Sebarkan artikel ini
100 Bibit Mangrove Baru Tertanam di Kawasan Cengkrong Trenggalek Dukung NZE
Aksi penanaman Mangrove di Cengkrong Trenggalek. (ist)

Trenggalek, Mataraman.net –  Pelestarian ekosistem pesisir pantai selatan dilakukan oleh masyarakat bersama PT PLN UID Jawa Timur dengan menanam mangrove di Kawasan Cengkrong. Aksi ini sekaligus mendukung Trenggalek menuju Net Zero Emission (NZE).

Aksi peduli lingkungan melalui penanaman dan adopsi mangrove di kawasan Pancer Cengkrong, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Total ada 100 bibit mangrove di kawasan konservasi mangrove Pancer Pantai Cengkrong, yang dikelola oleh Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Hutan Mangrove Cengkrong.

Pihaknya mengklaim melalui kegiatan ini dilakukan adopsi dan penanaman simbolis Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Pokmaswas setempat.

Total 100 bibit mangrove yang ditanam, diestimasikan bisa menyerap karbon sebesar 121,7 kg CO₂ per tahun serta menghasilkan energi hijau hingga 171,6 kWh per tahun.

Baca Juga :  Dulu Nomaden, NU Dongko Trenggalek Bakal Miliki Gedung Bersama

Srikandi PLN UP3 Ponorogo, Rusneri Sumbawati menerangkan kegiatan ini merupakan langkah nyata kontribusi perempuan PLN dalam menjaga lingkungan.

“Bukan hanya menjaga ekosistem pesisir, langkah kecil ini menjadi bagian dari kontribusi PLN untuk mendukung Trenggalek menuju Net Zero Karbon,” beber Rusneri,  Selasa (26/8/2025)

Sementara General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir merespon aksi peduli positif kegiatan yang diinisiasi oleh Srikandi PLN untuk lingkungan mengaku ini selaras dengan semangat kolaborasi bersama pemerintah daerah dan komunitas lingkungan.

“Kami yakin dalam merawat lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri. Dengan gotong royong, Trenggalek bisa menjadi contoh daerah yang peduli kelestarian alam sekaligus mendukung transisi energi bersih,” papar Ahmad Mustaqir.

Baca Juga :  Kebakaran Penetasan Telur di Tanggulturus Tulungagung Rugi Rp100 Juta

Dikatakannya, aksi Srikandi PLN ini termasuk menjadi bukti bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya terbatas pada sektor energi dan pelayanan masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih baik.

Tak hanya menanam mangrove, PLN bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) juga menyalurkan belasan santunan sembako bagi warga sekitar yang membutuhkan. Hal ini menjadi wujud kepedulian sosial PLN, bahwa menjaga kelestarian lingkungan juga harus selaras dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Aksi peduli lingkungan ini juga memperoleh apresiasi dari Bupati Trenggalek berupa sertifikat penghargaan. Lantaran aksi ini sebagai kontribusi nyata PLN dalam menjaga kelestarian alam melalui gerakan adopsi mangrove. (bahr/red)