MWCNU Besuki Tulungagung Gelar Doa Bersama-Penguatan Harokah NU Usai Muktamar ke-35 di Jombang

Tulungagung, Mataraman.net –  Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Besuki Tulungagung menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan doa bersama, tausiyah, serta refleksi dan penguatan semangat khidmah pasca-Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang. Tampak hadir jajaran pengurus NU serta badan otonom (Banom) di tingkat kecamatan hingga ranting.

Ketua MWCNU Besuki Tulungagung, Sapuan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan hasil Musyawarah Kerja (Musker) MWCNU 2026.

“Alhamdulillah kegiatan pada malam hari ini dapat berjalan dengan lancar. Semua yang kami undang hadir, baik dari Mustasyar, Tanfidziyah MWCNU, ketua banom dan lembaga tingkat PAC, serta seluruh pengurus ranting dan Syuriyah tingkat ranting se-MWCNU,” ujar Sapuan, Kamis (24/9/2026) malam.

MWCNU Besuki Tulungagung Gelar Doa Bersama-Penguatan Harokah NU Usai Muktamar ke-35 di Jombang
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan doa bersama, tausiyah, serta refleksi dan penguatan semangat khidmah pasca-Muktamar ke-35 NU. (and)

Menurutnya, antusiasme peserta dalam kegiatan tersebut cukup baik. Rangkaian kegiatan diisi dengan doa bersama dan mauizah hasanah sebagai penguatan untuk menjalankan tujuan-tujuan yang telah disepakati bersama di tingkat MWCNU, lembaga, banom, maupun ranting.

Baca Juga :  RSUD dr Karneni Tulungagung Hadirkan 'Aplikasi Angrem' Mudahkan Pasien Dapatkan Layanan

Sapuan menegaskan, semangat khidmah kepada NU menjadi hal penting yang ingin terus dibangun setelah pelaksanaan Muktamar NU.

“Terlepas dari hasil yang lalu, kami berusaha tidak akan terpengaruh dengan itu. Yang terpenting, khidmah kita kepada Nahdlatul Ulama itu terus dibangun dan jangan sampai mati,” ujarnya.

Ia mengatakan MWCNU Besuki akan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi NU di Kecamatan Besuki.

Menurut Sapuan, hal tersebut dilakukan agar ajaran dan nilai-nilai Nahdlatul Ulama semakin berkembang dan maju di Kecamatan Besuki.

Ia juga mengajak seluruh warga Nahdliyin di Kecamatan Besuki untuk bersama-sama berkhidmat kepada NU dengan semangat, keikhlasan, dan niat yang baik.

“Kami berpesan kepada seluruh warga Nahdliyin di Kecamatan Besuki, marilah kita bersama-sama berkhidmat di Nahdlatul Ulama dengan semangat, dengan keikhlasan, dengan niat yang baik,” tuturnya.

Baca Juga :  Panhis Minta Mahasiswa Kawal Revisi Perda Perlindungan PMI Tulungagung
MWCNU Besuki Tulungagung Gelar Doa Bersama-Penguatan Harokah NU Usai Muktamar ke-35 di Jombang
Ketua MWCNU Besuki Tulungagung, Sapuan,. (and)

Sapuan berharap khidmah tersebut dapat membawa keberkahan bagi warga Nahdliyin, baik bagi diri sendiri maupun keluarga.

Sementara itu, MWCNU Besuki mulai menyiapkan agenda peringatan Hari Santri yang akan datang.

Sapuan mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk membahas rangkaian kegiatan Hari Santri dan agenda lainnya.

Namun, secara internal MWCNU Besuki telah membentuk kepanitiaan dengan tiga koordinator.

“MWCNU sudah mendahului secara internal di tingkat MWCNU dengan membentuk kepanitiaan. Ada tiga koordinator yang kami bentuk,” jelasnya.

Koordinator pertama akan menangani pelaksanaan acara Hari Santri, termasuk malam tirakatan pada 22 Oktober.

Koordinator kedua bertugas menangani berbagai kegiatan perlombaan yang digelar di tingkat kecamatan.

Baca Juga :  Salat Gaib di Polres Tulungagung: Doa Bersama untuk Affan Kurniawan dan Kedamaian Bangsa

Sementara koordinator ketiga akan menangani kegiatan yang nantinya diikuti MWCNU Besuki di tingkat kecamatan.

Sapuan mengatakan, pelaksanaan Hari Santri tahun ini juga mendapat dukungan pendanaan dari pemerintah untuk kegiatan yang diselenggarakan di tingkat kecamatan.

“Alhamdulillah, dari sisi pendanaan, pemerintah memberikan dukungan untuk kegiatan yang diadakan oleh kecamatan. Tentunya ini akan lebih memudahkan pelaksanaan berikutnya karena SPJ-nya nanti langsung di kecamatan,” ungkapnya.

Selain itu, terdapat perbedaan konsep pelaksanaan Hari Santri tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika sebelumnya masing-masing lembaga menggelar agenda kegiatan secara sendiri-sendiri, tahun ini berbagai kegiatan akan disatukan di bawah koordinasi MWCNU.

“Kalau kemarin dari masing-masing lembaga itu mengadakan agenda kegiatan sendiri-sendiri. Untuk tahun ini kita satukan di bawah MWCNU dengan koordinator-koordinator yang tadi sudah kita bentuk,” tutupnya. (sal/red)

 

 

Berita Terkait

Berita Terbaru

Petugas Gabungan di Tulungagung Musnahkan Sarana Aktivitas Perjudian Sabung Ayam, Begini Kronologinya

Tulungagung, Mataraman.net - Petugas Polsek Ngantru bersama personel gabungan berhasil membongkar aktivitas perjudian sabung ayam di Desa Padangan, Kecamatan Ngantru, Tulungagung. Sayangnya di lokasi,...