Trenggalek, Mataraman.net – Bus Keluarga Berencana (KB) milik Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek baru saja memiliki armada baru. Bus ini bisa melayani beberapa kebutuhan bagi pasangan suami istri (pasutri) mulai KB Implan hingga Intrauterine Device (IUD) atau spiral.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB), Dinkes PPKB Kabupaten Trenggalek, Bakhtiar Arifin mengungkapkan bus tersebut dirancang sebagai milik masyarakat guna memperpendek jarak pelayanan. Menurutnya, armada ini telah dilengkapi dengan peralatan medis yang mutakhir untuk menjamin mutu pelayanan.
“Kepemilikan bus ini sebenarnya milik masyarakat karena ditujukan untuk mendekatkan akses. Pelaksanaan juga lebih mudah karena didukung dengan alat-alat yang insyaallah modern dan canggih, sehingga secara mutu terjamin,” ujar Bakhtiar kepada awak media, Rabu (7/1/2026).
Bakhtiar memaparkan Bus KB ini mampu melayani berbagai metode kontrasepsi, mulai dari implan, Intrauterine Device (IUD) atau spiral, hingga Metode Operasi Pria (MOP). Dalam sekali operasional di satu lokasi, tim medis mampu melayani 20 hingga 25 akseptor KB.
Mengenai sistem operasional, Bakhtiar menyebutkan bus ini bekerja secara mobile atau bergerak. Meskipun pelayanan di Puskesmas tersedia setiap hari kerja, bus KB ini menjadi solusi bagi warga yang tinggal di daerah dengan akses geografis yang sulit.
“Penggunaan bus ini bersifat mobile. Bisa hadir pada acara tertentu, namun ada juga penjadwalan rutin melalui koordinasi dengan petugas di lapangan,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya aspek non-medis, seperti izin dari suami atau keluarga sebelum tindakan dilakukan. Kehadiran layanan jemput bola ini terbukti efektif menjaga angka kesuburan di Trenggalek.
Berdasarkan data tahun 2025, angka kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR) di Trenggalek berada di angka 1,86. Angka ini menunjukkan bahwa rata-rata seorang perempuan pada masa subur memiliki anak di bawah dua.
Bakhtiar mengungkapkan bahwa angka tersebut sudah sangat ideal dibandingkan satu dekade lalu yang masih berada di atas 2,0. Capaian di bawah angka dua ini sudah berhasil dipertahankan sejak tiga tahun terakhir, melampaui standar nasional pertumbuhan penduduk seimbang di angka 2,1. (bahr/red)
Bus KB, Dinkes PPKB Trenggalek, Layani IUD, Implan,







