Kediri, Mataraman.net – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengapresiasi gebrakan yang dilakukan oleh Bupati Trenggalek dan Bupati Kediri dalam menyambut beroperasinya kembali Bandara Dhoho. Selain menggratiskan wisata bagi pemegang boarding pass juga ada diskon di beberapa hotel.
Emil Dardak mengakui memang masyarakat mungkin ada yang masih belum mengetahui bagaimana proses penerbangan di Bandara Dhoho. Sehingga pola perjalannya juga masih akan beradaptasi. Emil mengapresiasi langkah gebrakan yang dilakukan dua bupati muda ini.
“Maka dari itu perlu dukungan oleh semua pihak kami mengapresiasi inovasi dari Bupati Kediri dan juga bahkan Bupati Trenggalek yang memang telah menggratiskan wisatanya,” ujar Emil Dardak kepada awak media, Senin (10/11/2025).

Bahkan dikatakannya, demi mendongkrak minat wisatawan yang menggunakan penerbangan ke Bandara Dhoho, Pemkab Kediri telah memberikan diskon hotel cukup banyak bagi pemegang tiket.
Politikus Partai Demokrat ini sangat bersyukur, karena dulu saat menjabat Bupati Trenggalek bersama Mochamad Nur Arifin 2016-2019 menaruh harapan besar untuk adanya bandara di wilayah selatan Jawa Timur.
Selain itu, Emil mengaku saat itu juga mendapatkan aspirasi dari masyarakat baik di Trenggalek maupun yang berada di Blitar, Tulungagung serta di Kediri. Dari situlah tercetus petisi dari beberapa bupati dan walikota yang berada di eks Karisidenan Kediri.
“Ini salah satunya perjalanan menuju bandara ini ada adalah petisi yang ditandatangani 2016 oleh 8 bupati walikota. Saa itu kemudian disampaikan aspirasi ke pemerintah pusat,” kenangnya.
Suami Arumi Bachsin ini menerangkan kembali beroperasinya penerbangan bandara ini menjadi satu hal yang sangat patut disyukuri. Ia berharap hadirnya bandara selain Bandara Juanda bisa ikut mendongkrak perekonomian di wilayah Kediri dan sekitarnya.
“Mudah-mudahan akan berkelanjutan, kami optimis insyaallah dengan dukungan semua pihak kita bisa mewujudkan itu,” terangnya.
Tak lupa, Emil mengucapkan terima kasih Super Air Jet yang sudah membuka rute Kediri-Jakarta dan sebaliknya. Sebelumnya ia menceritakan bersama Menko Infrastruktur sempat mencoba dari sub Jakarta ke Banyuwangi menggunakan Super Air Jet, dan ini kali kedua mencoba dari Jatim ke Jakarta.
“Dan hari ini salah satu bandara utama di Jawa Timur juga dilayani oleh Super Air Jet. Kami mengucapkan terima kasih. Proses untuk stabilitas tingkat okupansi adalah proses yang tidak instan,” akuinya. (bahr/red)







