PemerintahanPeristiwaTrenggalek

Bupati Trenggalek Siapkan Relokasi Usai Longsor Depok Akibatkan 4 Korban Meninggal

×

Bupati Trenggalek Siapkan Relokasi Usai Longsor Depok Akibatkan 4 Korban Meninggal

Sebarkan artikel ini
Bupati Trenggalek Siapkan Relokasi Usai Longsor Depok 4 Korban Meninggal
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyempatkan ziarah makam korban saat meninjau lokasi longsor di Depok. (Kominfo Trenggalek )

Trenggalek, Mataraman.net –  Pemkab Trenggalek telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial, BPBD Provinsi Jawa Timur, dan jajaran untuk menindaklanjuti jangka panjang dan penanganan sementara kejadian tanah longsor di Dusun Banaran, Desa Depok, Kecamatan Bendungan.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mengungkapkan sudah memerintahkan BPBD dan Dinas Sosial yaitu menyiapkan tempat pengungsian sementara di SDN Satu Atap Desa Depok.

Ia mengaku akan menyediakan fasilitas di sekolah tersebut difungsikan untuk lokasi evakuasi warga. Termasuk dilengkapi kebutuhan dasar seperti tempat tidur, konsumsi, sampai kebutuhan air minum.

“Untuk sementara kita gunakan fasilitas sekolah. Akan tetapi dalam jangka panjang, pemerintah daerah akan menyiapkan lahan untuk relokasi permanen,” ujar Mochamad Nur Arifin dikutip Mataraman.net, Selasa (4/11/2025).

Bupati Trenggalek Siapkan Relokasi Usai Longsor Depok 4 Korban Meninggal
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin meninjau lokasi longsor dan berdialog dengan warga. (Kominfo Trenggalek

Mas Ipin, sapaan akrabnya ini kemarin bersama rombongan meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor. Kunjungan diawali berziarah dan mendoakan keempat korban yang meninggal dunia akibat tertimbun longsor.

Selanjutnya rombongan ke lokasi kejadian untuk menyalurkan bantuan. Sekaligus menjalin dialog bersama keluarga korban sekaligus warga sekitar.

Baca Juga :  Bupati Gatut Imbau Seluruh Siswa Proaktif Sebelum Menyantap MBG

Bupati yang hobi bermain sepak bola ini menambahkan di sekitar lokasi ini kemungkinan berpotensi mengalami longsor susulan. Sebab sesuai hasil pengamatan langsung di lapangan, terlihat adanya retakan tanah di bagian mahkota longsor serta pergerakan tanah yang meningkat ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

“Intinya sekarang kita memberikan pengetahuan kepada warga bahwa mereka masih berada di zona rawan. Karena itu, kami memberikan edukasi agar jika curah hujan tinggi segera mengungsi ke tempat yang aman,” paparnya.

Bupati menambahkan, adanya perhatian pemerintah pusat dan provinsi terhadap penanganan bencana di Trenggalek. Tak lupa ia berterima kasih kepada Ibu Gubernur yang telah menugaskan Kalaksa BPBD Provinsi, dan Gus Menteri Sosial yang juga menurunkan perwakilannya dari Kemensos.

“Mudah-mudahan ke depan ada sinergi anggaran antara Pemprov, Kemensos, dan Pemkab untuk relokasi jangka panjang,” ulasnya.

Dirinya menambahkan, total ada 95 rumah di kawasan rawan longsor Desa Depok akan diusulkan untuk direlokasi total. Usulan ini ditempuh Pemkab Trenggalek supaya kejadian serupa tidak terulang kembali.

Baca Juga :  Pemkab Trenggalek Gandeng Perusahaan Korea untuk Petakan Infrastruktur Tahan Bencana

“Karena mengingat curah hujan di wilayah pegunungan Trenggalek masih cukup tinggi,” ujarnya.

Mas Ipin tak lupa untuk langkah antisipasi, mengimbau warga yang tinggal di sekitar tebing agar waspada, terutama saat hujan deras di malam hari.

“Saya wajibkan bagi warga di area rawan longsor, bila hujan berintensitas tinggi, segera mencari tempat yang lebih aman,” pesannya.

Tak hanya itu, dirinya juga berpesan kepada BPBD Trenggalek untuk memperkuat sistem peringatan dini (early warning system). Termasuk jaringan komunikasi darurat sebagai sarana komunikasi yang cepat.

“Kita siapkan radio lokal melalui RAPI dan ORARI untuk saling bertukar informasi, terutama bila listrik dan jaringan seluler padam. BPBD akan memantau melalui Dasboard Kebencanaan yang mereka miliki,” tandasnya.

Sebagai informasi, bencana tanah longsor yang terjadi Sabtu (1/11/2025) menelan empat korban jiwa dalam satu keluarga: Sarip (60), Welas (53), Fajar Puji Wibowo (19), dan Rohman (15). Sementara satu anggota keluarga lainnya, Wijianto (30), berhasil selamat meski mengalami luka-luka. (bahr/red)